Hari itu adalah hari minggu,berhubung ga ada kerjaan,so aku mantapkan niatku untuk pergi ke Gramedia,kebetulan tempatnya ga jauh tuh dari rumahku,yang lebih memantapkan niatku adalah,gramedianya lagi diskon 30% untuk semua barang.Langsung,tancap gas ciing !! Tapi kubingung,apa yang mau kubeli.Akhirnya pandanganku tertuju pada satu novel,yaitu “5 cm”.Aku penasaran,apalagi semenjak mas hafid pernah ngirim sms yang isinya kata-kata bijak ke aku n dikutip dari novel ini.Hmm…kondisi tersegel,jadi beli ga ya ? Kulihat resumenya dulu di belakangnya… Ada 1 kalimat yang membuatku sangat tertarik di resumenya, ” Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda”. Gile,mantap banget nih pemikirannya.Langsung deh, novel ini kubeli.
Dalam posting ini,aku gak ngebahas novel 5 cm nya lho,tapi aku ingin mengajak kalian semua untuk ngebahas masalah kalimat yang kutemukan di resume novel tadi.Lanjuut… Idealisme,hmm…kata-kata ini sangat kental dalam benakku ketika SMA dulu. Maklum,ku sekolah di SMA Taruna Nusantara yg bersifat semi militer.Disini kita berlatih disiplin,mandiri,n jiwa memimpin.Hal-hal ini yg mendasari kita untuk selalu patuh pada peraturan.Nah,ketika SMA,teman-teman memandangku sebagai sosok yang berlebihan dalam mematuhi peraturan,ambil contoh,ketentuan lebar celana bawah PDH ga boleh lebih dari 26 cm,topi ga boleh melengkung dsb.So,waktu SMA,teman-teman menganggap bahwa aku ini orangnya idealis,sampai-sampai mereka memanggilku opal error yang mempunyai konotasi berbeda dengan idealis ( error,berarti selalu melanggar peraturan yg berlaku),jadi yg masih merasa heran kenapa emailku namanya opal_error,yah ini sejarahnya,hehe… Jadi,idealisme adalah paham dimana kita dituntut untuk bersikap ideal,contohnya yang kualami dulu,patuh pada peraturan.Tapi,apa benar seperti itu ?
Setelah kubaca novel ini,banyak sekali hal-hal yang mengarah ke kelunturan para pemuda.Mungkin inilah indikator dari idealisme pemuda.Ambil contoh,di novel ini dikisahkan sekelompok pemuda yang mempunyai karakteristik berbeda-beda,ada yg suka nonton film bokep,suka fitnes,bikin puisi n lain-lain,pokonya aneh-aneh deh.Kalau kamu baca novel ini,pasti akan kerasa banget contoh2 dari kelunturan idealisme para pemuda.Tapi,ada suatu alur cerita dimana akan menggugah hati kita bahwa ternyata masih ada pemuda yang memiliki idealisme. Pkoke apik deh !!!
Kalau dulu kita ingat,bagaimana kental sekali peran pemuda,yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa ini,yang tertuang dalam Sumpah Pemuda,peristiwa Rengasdengklok dll. Namun,apakah idealisme seperti ini telah ada dalam jiwa pemuda sekarang ? Yang aku lihat,saat ini,banyak sekali generasi muda yang menyia-nyiakan hidupnya,hanya ingin hidup enak,tanpa memikirkan esensi dari generasi muda itu sendiri.”Generasi Muda adalah generasi penerus harapan bangsa”,yah,memang benar,tetapi narkoba,pornografi dsb merusak moral para pemuda saat ini. Belum lagi pergerakan dari organisasi pemuda yg terpecah belah,bahkan sampai2 saling berebut kekuasaan..ckckc….kalau kita berkaca kembali,apakah saat ini pemuda masih memiliki sebuah idealisme ? Aku sendiri juga bingung,,, Jadi,kesimpulanku,sang penulis novel 5 cm merasakan bahwa jarang sekali pemuda jaman sekarang yang menjunjung tinggi idealisme,sehingga dikatakan bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda. Btw,memangnya yang posting ini dah bersikap idealis ? hehe…..Yang jelas,masih banyak hal yang harus kuperbaiki dalam diriku….








aku jg mau jdi idealis.
sdg dalam proses.
Kak Nofal HARUS buka blog-ku. Ada PR di sana.
http://adorabl3eswsn.blogspot.com/
Cari yg label-nya “Own’s priv”, trus buka yg posting-an
“PR dari Nadine”.
Terus buat posting yang sm kayak yng aku buat brdsarkn jwaban2 k’nofal sendiri. Trus suruh 7 orang lagi buat ngelakuin hal yg sama.
Cukup Bermanfaat.
trims.
K’Nofal,
aku nge-tag k’nofal buat posting yg sama seperti yg aku buat.
caranya, ke :
http://adorabl3eswsn.blogspot.com/
di Categories…pilih agama, terus baca postingan yg judulnya Boycotting israel.
Di copy-paste sajalah.
Senang rasanya mendapati bahwa masih banyak pemuda idealis di bumi Indonesia ini. Pengalaman pribadi, saya juga pernah “dipandang sebelah mata” karena ke-idealisme-an saya. Katanya orang idealis susah hidup di zaman sekarang. Dan atas Pertolongan Allah SWT saya berhasil membuktikan pada mereka, bahwa pemuda idealis bisa “hidup”.
setuju mas, salam hangat dari malang
alumni SMA NUSANTARA ?
Siap ! Benar