Ada yang istimewa di tanggal 28 Februari 2009.Mungkin tidak semua orang tahu,hanya sedikit kalangan yang mengerti kalau tanggal 28 Februari itu telah ditetapkan Pemerintah sebagai Hari Gizi Nasional.Nah,selaku mahasiswa kedokteran,harusnya tergerak dong hati kita untuk melakukan sesuatu demi tercapainya Indonesia Bebas Gizi Buruk.Oleh karena itu,ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) bekerjasama dengan 18 institusi Fakultas Kedokteran di Indonesia,mengadakan kegiatan untuk memperingati hari special ini,yaitu pembagian 1000 telur rebus kepada anak-anak khususnya,serta masyarakat pada umumnya. Acara ini pun akan masuk rekor MURI,serta diliput oleh berbagai media cetak maupun elektronik.
Nah,FK UNAIR termasuk salah satu institusi yang melakukan aksi tersebut.Dengan dipimpin oleh teman saya,Achmad Kurniawan,kami selaku Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mempersiapkan diri untuk itu.Rencana aksi pun bisa dibilang sangat sistematis,selain BEM,di FK UNAIR kan juga terdapat banyak ormawa dan HIMA,nah kami membagi 4 wilayah untuk pembagian telur rebus tersebut,dengan masing-masing wilayah di pegang oleh 3 – 4 ormawa.Adapun pusat lokasi kami antara lain di SDN MOJO VIII No.227 Surabaya,RSUD DR.Soetomo,SDN MOJO 1 dan 2,serta Panti Asuhan (Darussalam dan Assalafiyah).
Hari yang ditunggu-tunggu pun datang juga.Para panitia pun sudah siap di DP sejak pukul 08.00 WIB. Total panitia ada sekitar 84 orangMasing-masing kordinator wilayah pun sudah sibuk briefing untuk mempersiapkan acara.Telur yang tersedia ada sekitar 1200 telur,namun yang terpakai ada 1024 telur.Panitia membagi telur-telur tersebut sesuai porsi dan kebutuhan wilayah masing-masing.Sekitar pukul 09.00 WIB,yang mendapat giliran di RSUD DR.Soetomo sudah mulai bergerak membagikan telur ke jalan-jalan (tukang Koran,anak-anak,tukang becak),ke Rumah Sakit (para pasien RS,diutamakan anak-anak),sekitar pukul 10.00 WIB,aksi di jalan dan RSUD DR.Soetomo telah selesai,ditandai dengan habisnya amunisi (telur maksudnya).
Untuk yang mendapat giliran di SDN MOJO VIII,mereka berangkat ke target operasi (kayak mau perang aja ?) sekitar pukul 09.45 WIB.Acara disana dimulai pukul 10.00 WIB.Banyak rangkaian acara yang telah dipersiapkan di SD tersebut.Dimulai dari pengenalan,lalu penyuluhan tentang gizi,games,bagi-bagi telur,dan diakhiri dengan makan telur bersama.Dikarenakan ada 6 kelas,panitia membagi kelompok menjadi 6 kelompok.Acara berlangsung meriah.Adik-adik sangat antusias dan menanyakan berbagai macam pertanyaan tentang gizi.Namun,tidak ada sesuatu yang sempurna.Cukup banyak hambatan yang panitia tempuh,contohnya sebenarnya jumlah total siswa 426 namun dibagi-bagi menjadi 2 bagian,masuk pagi dan masuk siang.Yang masuk pagi ada 284 siswa.Sisanya masuk siang.Rencana awalnya acara diadakan pada pagi hari,sehingga panitia menyiapkan 284 telur.Namun,acara molor sampai jam 10 jadi ada siswa yang masuk siang yang datang.Akhirnya jumlah telur yang dibagikan pun kurang.
Untuk yang mendapat giliran di SDN MOJO 1 dan 2,acara baru dimulai pukul 10.30 WIB.Konsep acara tidak berbeda jauh dengan yang di SDN MOJO 8.Kami membagi kelompok menjadi 6 kelompok untuk masuk ke 6 kelas (3 kelas SDN MOJO 1 dan 3 kelas SDN MOJO 2).Diawali dengan perkenalan,penyuluhan tentang gizi,games,tidak lupa kami juga memberikan hadiah bagi yang bertanya atau menang di games yang kami buat.Acara pun diakhiri dengan makan telur bersama.Ada satu hikmah yang bisa diambil,ternyata berbicara di depan anak-anak SD lebih sulit dibandingkan berbicara di depan orang-orang dewasa (sumpah,ribuuut bangeeet!!! ). Sedangkan untuk yang di panti asuhan,baru dimulai pada saat saya menulis artikel ini (pukul 15.00 WIB).
Best Regards,
Naufal Ranadi Firas








Keren,,.
He..he..
Cepet banget updatenya..
Sukseskan hari gizi..