Kepemimpinan dan kaderisasi merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam pengembangan organisasi. Untuk menumbuhkan serta melestarikan kepemimpinan, perlu akan adanya kaderisasi sehingga akan selalu mencetak aset-aset pemimpin. Begitu pula dalam kaderisasi, diperlukan sebuah kepemimpinan dalam menjalankan sistem kaderisasi tersebut. Permasalahan yang timbul adalah kepemimpinan serta kaderisasi seperti apakah yang cocok dalam suatu kondisi serta lingkungan tertentu, dalam hal ini dalam ruang lingkup Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Sistem dalam Keluarga Mahasiswa itu sendiri bisa dibilang cukup kompleks,banyak hal yang terikat oleh Konstitusi KM yang dicetuskan saat Musma tahun 2005.
Kepemimpinan, menurut Max Weber, adalah sebuah ilmu serta seni untuk mempengaruhi orang lain agar bertindak sesuai dengan arahan kita demi mencapai sebuah tujuan bersama.Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau jadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Dalam sebuah riset, salah satu dari 10 ketakutan terbesar dalam hidup adalah ketika disuruh untuk berbicara di depan orang banyak. Hal tersebut merupakan sebuah modal dasar dalam kepemimpinan, sehingga dapat ditarik secara logis bahwa banyak orang yang masih takut atau tidak mau ketika diberi kesempatan untuk memimpin sekelompok orang di sekitarnya. Kepemimpinan merupakan sebuah syarat mutlak dalam pengembangan sebuah organisasi. Namun, tidak selalu kepemimpinan berjalan lancar dalam organisasi, banyak faktor yang perlu dijadikan pertimbangan dalam penerapan kepemimpinan ideal di dalam sistem KM FK UA, antara lain gaya kepemimpinan masing-masing individu yang berbeda-beda, serta kepribadian dari pemimpin itu sendiri, sehingga dapat dinilai dari bawahannya,apakah pemimpinnya itu sudah dapat dijadikan panutan atau belum. Salah satu faktor yang disebutkan di atas, yaitu variabel gaya kepemimpinan, adalah hal yang sangat penting karena mencerminkan apa yang dilakukan oleh pemimpin dalam mempengaruhi pengikutnya demi merealisasikan visinya.
Kaderisasi adalah suatu proses untuk menciptakan kader-kader baru yang siap dalam menjalankan organisasinya, sehingga tak dapat dipungkiri bahwa kaderisasi adalah nyawa dari organisasi. Proses kaderisasi bertujuan agar anggota baru memahami visi dan misi organisasi, sehingga setelah masuk ke dalam organisasi tersebut maka keberlangsungan organisasi dapat tetap terjamin. Kaderisasi dalam setiap organisasi berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan masing-masing organisasi, sebagai contoh adalah kaderisasi KPLA berbeda dengan kaderisasi Assalam. Begitu juga dalam penerapan sebuah sistem kaderisasi yang ideal dalam Keluarga Mahasiswa FK UA ini.
Melihat dari dinamika di sistem KM FK UA itu sendiri, dimana minimnya minat dari mahasiswa untuk aktif dalam berorganisasi, bisa menjadi salah satu indikator yang harus dipikirkan dalam merumuskan sebuah gaya kepemimpinan yang ideal di KM FK UA. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, banyak mahasiswa yang lebih mengharapkan sosok pemimpin yang friendly, sosok pemimpin yang terjun langsung turun ke bawah untuk memantau serta mengevaluasi kinerja bawahannya serta menyikapi permasalahan yang timbul. Akan lebih ideal lagi kalau pemimpin tersebut pintar dalam menyikapi suatu permasalahan menjadi sebuah keputusan yang dapat disepakati bersama. Banyak orang yang hidup pada jaman sekarang, khususnya mahasiswa, yang tidak menyukai gaya kepemimpinan otoriter dimana pemimpin mempunyai kekuasaan penuh dalam mengambil kebijakan, sebagai pencerminan penerapan kepemimpinan ideal dalam sistem KM FK UA. Mengenai sistem kaderisasi yang ideal, haruslah mengacu pada konstitusi KM yang telah disepakati bersama. Menurut saya, diperlukan sebuah sistem kaderisasi berjenjang yang berlaku di semua ormawa dalam KM FK UA, sehingga akan tercipta output yang profesional sehingga dapat berkontribusi ketika berkarier nantinya. Inilah yang disebut dengan kaderisasi jangka panjang. Namun yang perlu diperhatikan dari KM itu sendiri, bukanlah dikatakan sebuah keberhasilan apabila kita telah melahirkan konsep yang matang mengenai kepemimpinan dan sistem kaderisasi yang ideal, namun hal terpenting adalah komitmen dari pihak yang bersangkutan dalam menjalankan sistem ini.
- Naufal Ranadi Firas -








Sistem Kaderisasi Berjenjang?? Maksudnya gimana pal?? kayak ISMKI gitu?
Menurutku kok tidak semudah itu. Sistem kaderisasi yang sesungguhnya tidak dapat berhasil hanya lewat rangkaian LKMM. Sudah pernah baca buku John C Maxwel: 101 Leadership?
Disana dia mencontohkan bahwa sistem kaderisasi yang baik adalah mentoring aktif langsung dari pemimpin kepada orang yang akan dikader. Menurutku LKMM hanya membentuk para manajer, bukan pemimpin. Itu pendapatku kawan^^
mantapppppppp
aduh pusing bacanya pal.. tulisanmu kaya tulisan2 ilmiah haha